[Ficlet] Snowman

74802aeacfa420670d0e3a0ceb6fcbd1

Snowman

Fic by jihyeonjee98

Genre Family, Fluff Length Ficlet Rating General Casts BOYS24’s Chae Hocheol & OC’s Chae Lisa

Only the plot and OC are mine

.

“Kak, mau buat boneka salju?”

“Ssst, ini masih pagi. Biarkan kakak tidur dan nanti akan kakak temani buat boneka salju.”

-oOo-

 

 

Dingin. Satu kata yang bisa mewakili cuaca yang sedang menjadi penghalang orang-orang untuk beraktifitas, atau mungkin lebih tepatnya enggan beraktifitas. Di musim salju seperti ini, tentunya jika meneguk coklat hangat di temani dengan alunan musik jazz sangat menghangatkan raga. Atau mungkin, mendengarkan musik jazz bisa di ganti dengan kegiatan menggulung diri dengan selimut tebal di atas ranjang dan melanjutkan bunga tidur semalam.

Ya, Hocheol kini tengah mencoba untuk melanjutkan bunga tidurnya yang kandas akibat sang adik –Chae Lisa— tengah mengoyak tubuhnya dengan kencang seraya memelas manja mengatakan, “Kak, mau buat boneka salju?”

Hocheol sangat menyayangi sang adik lebih dari apapun yang ada di dunia. Kendati demikian, tidak kah keterlaluan membangunkan Hocheol saat mentari baru saja terbangun dari tidurnya dan mengajaknya berkutat dengan cuaca yang dingin?

Sialnya lagi, Lisa terus saja mengusik kenyamanan sang kakak entah dengan mengoyak tubuhnya, mencubiti pipinya, bahkan sesekali Lisa memukul pelan lengan kekar sang kakak; walaupun sebenarnya pukulan dari genggaman anak berusia delapan tahun itu sama sekali tidak berasa oleh Hocheol.

Hocheol mendengus kesal. Tanpa basa-basi di tariknya lengan Lisa hingga kini Lisa tengah terkapar di atas ranjang Hocheol dengan posisi kepalanya yang di sangga oleh lengan Hocheol tentunya. Hocheol membalikkan arah tubuhnya, mengunci rapat tubuh sang adik dengan pelukan dari lengan kirinya. Tungkai kirinya juga kini tengah mengunci rapat kaki Lisa.

“Anu, kak—“

Hocheol dengan segera mengunci rapat bibir sang adik, “Ssst, ini masih pagi. Biarkan kakak tidur dan nanti akan kakak temani buat boneka salju.”

Lisa terdiam membeku. Gadis itu kini tengah menelan salivanya lamat-lamat. Sedikitpun dirinya tidak bisa berkutik karena pelukan hangat dari sang kakak. Hocheol –yang tengah menutup matanya— menyadari Lisa kini tengah gugup setengah mati. Gemas, Hocheol hanya mengulas senyum manis di wajahnya.

“Lisa,” Hocheol berseru lembut. Maniknya masih mengatup, seraya membayangkan bagaimana ekspresi Lisa saat ini.

Lisa hanya berdeham. Menunggu sang kakak melanjutkan konversasinya, “kenapa nggak tidur? Gugup ya, karena kakak peluk?”

Kedua manik Lisa membola. Dengan segera Lisa mencoba segala cara agar bisa melepaskan dekapan sang kakak. Sayangnya, itu hanya membuat Hocheol terkekeh tiada henti. Kendati setelah itu Hocheol sendiri yang melepaskan dekapannya kala melihat Lisa yang tengah mengerucutkan alisnya sebal.

“Sebal, ya?” Hocheol menautkan jemarinya, mencubiti pelan pipi tembam sang adik hingga memerah dan memanas. Lisa bergeming, masih dengan alisnya yang mengerucut dan ujung-ujung bibirnya yang di tautkan kebawah. Hocheol melanjutkan konversasinya, “Huh, dasar. Ayo keluar.” Hocheol beranjak dari ranjangnya. Membuka kedua pintu lemarinya dan mengambil setelan musim dingin yang tengah tergantung manis disana.

“Kemana?” Ketus Lisa yang kini posisinya masih dengan kedua tangan yang menyilang di depan dada dan masih dengan ekspresi sebal yang sama seperti sekon yang lalu.

“Buat boneka salju,” Hocheol menjeda kalimatnya kala maniknya mendapati Lisa kini tengah terengah senang di balik atensi fokusnya pada Hocheol yang tiba-tiba menjadi cerah, “jadi nggak?”

Ekspresi bahagia-bukan-kepalang memancar dari raga Lisa, senyum sumringah dibarengi dengan anggukan kencang mengiyakan dilontarkan pada Hocheol. Lisa bangkit dari ranjang Hocheol lantas segera berlari kencang menuju kamarnya, mengenakan setelan pakaian hangat yang sengaja disiapkannya dari kemarin hari.

“Yuk, kak!”

Lisa kembali dengan setelan merah muda pastel serta syal tebal yang belum di kaitkan di lehernya. Bukan karena sengaja, Lisa memang tidak bisa mengenakan syal dengan benar. Karena sejatinya, Hocheol lah yang dengan senang hati akan membenahi syal Lisa agar terlihat lebih baik.

Hocheol mendekat, memakaikan topi agar surai sang adik tidak membeku serta membenahi syal yang tengah menggelantung di leher Lisa. Di rasa sudah siap, Lisa segan-segan menautkan jemarinya dengan jemari Hocheol. Menarik sang kakak menuju keluar rumah dan menyabut cuaca dingin di pagi hari dengan aktifitas membangun boneka salju.

Manik Hocheol menangkap Lisa kini tengah terkekeh dengan gumpalan salju besar yang di sebutnya boneka. Sesekali juga mereka melakukan perang bola salju, well walaupun dengan lawan yang tidak setimbang. Setidaknya, pagi hari yang di selimuti salju dan cuaca yang dingin ini, menjadi hangat bagi Hocheol tanpa perlu meneguk secangkir coklat panas ataupun menggulung dirinya dalam selimut tebal. Cekikikan tawa hangat dari Lisa telah memecah dan mengubah pandangan salju itu dingin di mata Hocheol menjadi salju terhangat.

 

fin

Iklan

2 tanggapan untuk “[Ficlet] Snowman

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s